Dalam ajaran Islam, para ulama selalu mengingatkan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya. Demikian pula dengan ibadah umroh. Ia bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, dan bukan pula wisata religi biasa. Perbedaannya terletak pada niat yang melandasinya.
Niat menjadikan perjalanan fisik berubah menjadi ibadah. Tanpa niat karena Allah, rangkaian ibadah seperti ihram, thawaf, dan sa’i hanya menjadi aktivitas biasa. Oleh karena itu memahami niat merupakan langkah pertama sebelum mempelajari tata cara umroh.
Dengan niat yang lurus, setiap langkah jamaah sejak berangkat hingga kembali bernilai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala.
Bacaan Niat Umroh dan Tempat Miqat sesuai tuntunan ibadah umroh.
Baca Juga : Biaya & Jadwal Paket Umroh 9 Hari 2026 dari Jakarta
Pengertian Niat Umroh
Niat adalah tekad dan kesadaran dalam hati untuk melaksanakan ibadah hanya karena Allah Ta’ala. Dalam syariat Islam, niat bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi keyakinan yang hadir di dalam hati ketika seseorang hendak memulai ibadah.
Para ulama sepakat bahwa niat merupakan syarat sah ibadah. Artinya, suatu amalan tidak akan bernilai ibadah apabila tidak disertai niat. Karena itu, orang yang sekadar berjalan mengelilingi Ka’bah tanpa niat ibadah tidak dihitung sebagai thawaf dan tidak dianggap sedang melaksanakan umroh.
Dalil utama tentang pentingnya niat adalah sabda Rasulullah ﷺ:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Innamal a‘mālu binniyyāt, wa innamā likullimri’in mā nawā.”
Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai yang ia niatkan. (HR. Bukhari & Muslim)
Oleh karena itu, sebelum memulai umroh — tepatnya saat mengambil miqat — seorang jamaah harus menghadirkan niat di dalam hati bahwa ia memasuki ibadah umroh. Ucapan talbiyah yang dibaca setelahnya merupakan penegasan dari niat tersebut.
Bacaan Niat Umroh
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta‘ālā
Artinya: Aku berniat melaksanakan ibadah umroh dan aku berihram karenanya karena Allah Ta’ala.
Niat utama berada di dalam hati, sedangkan pelafalan niat dihukumi sunnah sebagai bantuan untuk menghadirkan kesungguhan dan kekhusyukan saat memulai ibadah.
Waktu Melafazkan Niat
Niat umroh dilakukan pada waktu yang tepat agar ihram sah sesuai tuntunan syariat:
- Setelah mengenakan pakaian ihram
- Saat memasuki miqat (batas yang telah ditentukan)
- Tidak boleh melewati miqat tanpa niat — jika terlewat maka wajib membayar dam
Tata Cara Praktis Niat Umroh
Berikut urutan pelaksanaan niat umroh yang dianjurkan:
- Mandi sunnah ihram sebagai bentuk persiapan dan kebersihan sebelum ibadah.
- Mengenakan pakaian ihram sesuai ketentuan syariat.
- Shalat sunnah ihram dua rakaat (jika memungkinkan).
- Melafazkan niat umroh saat memasuki miqat.
- Membaca talbiyah sebagai tanda telah memulai ibadah.
- Menjaga larangan ihram hingga tahallul.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kekeliruan yang sering dialami jamaah saat memulai umroh:
- Niat sebelum atau setelah miqat sehingga berisiko terkena dam.
- Mengeraskan lafaz secara berlebihan padahal cukup terdengar diri sendiri.
- Tidak menghadirkan hati karena terlalu fokus pada hafalan.
- Lupa membaca talbiyah setelah niat.
- Kurang memahami larangan ihram seperti memakai wewangian atau memotong kuku.
Doa Setelah Niat
اللّٰهُمَّ يَسِّرْ لِيَ الْعُمْرَةَ، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي، وَأَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allāhumma yassir lī al-‘umrata, wa taqabbalhā minnī, wa a‘innī ‘alā dzikrika wa syukrika wa ḥusni ‘ibādatik.
Artinya: Ya Allah, mudahkanlah aku melaksanakan umroh, terimalah dariku, dan bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan sebaik-baiknya.
Bacaan Talbiyah
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ
Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik. Innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.
Artinya: Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.
Talbiyah dibaca berulang-ulang sejak niat ihram hingga menjelang thawaf sebagai tanda memenuhi panggilan Allah.
Kesimpulan
Umroh dimulai dari niat yang benar. Niat yang lurus menjadikan perjalanan biasa berubah menjadi ibadah yang bernilai di sisi Allah Ta’ala.



Posting Komentar